Faktor Apa Saja yang Menyebabkan Autisme?

Saat ini, sebenarnya penyebab autis pada anak masih belum diketahui dengan jelas. Sekitar 85% dari kasus autisme yang terjadi ternyata tidak diketahui penyebabnya atau dikenal sebagai idiopathic autism5. Namun, data penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik (keturunan) dan faktor lingkungan memiliki peran penting dalam menyebabkan autisme pada anak1.

Faktor genetik (keturunan)
Para ahli mencurigai bahwa salah satu faktor risiko autisme adalah genetik (keturunan) karena adanya peningkatan risiko autisme pada anak jika memiliki saudara penderita autisme1.
• Pada kembar identik dengan genetik yang sama, jika salah satunya adalah penderita autisme, sembilan dari 10 kasus menunjukkan bahwa kembarannya juga akan menderita autis.
• Jika seorang anak menderita autisme, saudaranya diketahui memiliki risiko terkena autisme yang lebih tinggi.

Namun, faktor genetik secara spesifik yang merupakan penyebab autis masihlah belum diketahui dengan baik. Beberapa gen tampaknya terlibat langsung sebagai penyebab autis, sebagian mungkin mempengaruhi perkembangan otak, dan sebagian lain dapat mempengaruhi tingkat keparahan gejalanya. Peneliti masih berupaya untuk mempelajari lebih lanjut faktor genetik serta mekanismenya yang berkaitan dengan kasus autisme1,2.

Faktor lingkungan
Segala sesuatu di luar tubuh yang dapat mempengaruhi kesehatan. Beberapa faktor lingkungan yang diduga berkaitan dengan autisme pada anak adalah kondisi dan sejarah kesehatan keluarga, usia ayah, paparan racun dan polusi dari lingkungan, infeksi virus, serta komplikasi saat kehamilan dan kelahiran. Sama seperti faktor genetik, faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap risiko autisme dan bagaimana mekanismenya masih dipelajari lebih lanjut1,2.

Meskipun penyebab autisme

pada anak belum diketahui dengan pasti, terdapat beberapa faktor yang banyak terbukti berkaitan dengan kasus autisme2,3:
• Anak laki-laki diketahui memiliki risiko terkena autisme yang lebih tinggi hingga empat sampai lima kali apabila dibandingkan dengan anak perempuan.
• Seorang anak lebih berisiko terkena autis jika memiliki saudara penderita autis. Terkadang, anak dengan autisme memiliki orang tua atau keluarga yang memiliki gangguan kecil dalam hal kemampuan social dan komunikasi.
• Gangguan penyakit tertentu seperti tumor pada otak, kelainan genetik, gangguan sistem syaraf, dan epilepsi berkaitan dengan peningkatan risiko autis pada anak. Sekitar 10% dari anak autis diketahui memiliki gangguan-gangguan penyakit ini.
• Usia orang tua yang lebih tua diduga berkaitan dengan peningkatan risiko autis pada anak.
• Konsumsi beberapa jenis obat saat kehamilan diyakini berkaitan dengan peningkatan risiko autis.
Perlu diketahui bahwa penelitian mengenai faktor-faktor ini masih terus berlanjut sehingga kepastian hubungan antara faktor-faktor ini dengan risiko autisme masih dapat berubah.

Salah satu faktor yang seringkali dicap sebagai penyebab autisme adalah vaksin. Benarkah hal ini? Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang menunjukkan adanya kaitan antara vaksin dan insiden autisme. Vaksin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit berbahaya pada anak1,4.

References:
1. A Parents Guide to Autism Spectrum Disorder. 2011. The National Institute of Mental Health: U.S. Department of Health and Human Services.
2. Mayo Foundation for Medical Education and Research (2013)
3. Autism Spectrum Disorders: Facts about ASDs. 2012. Centers for Disease Control and Prevention.
4. Autism Spectrum Disorders: Signs & Symptoms. 2010. Centers for Disease Control and Prevention.
5. Learning about Autism. 2012. National Genome Research Institute.

Leave a Reply

Alergon

Tropicana Slim Alergon merupakan serangkaian produk nikmat bebas bahan pemicu alergi.

Connect with us