6 Pemicu Alergi Makanan Pada Anak

March 19, 2014 | Tags: , ,

Sebagai orang tua, sangat wajar bila Anda ingin agar si buah hati dapat tumbuh dengan sehat. Impian tersebut tentu tidak harus berganti dengan pemandangan alergi makanan pada anak yang menyayat hati ketika tanda kemerahan alergi timbul di kulit anak.

Tahukah Anda, bahwa alergi makanan paling banyak ditemukan pada anak-anak. Diketahui tingkat kejadian alergi makanan pada anak mencapai 6-8%, sedangkan alergi makanan pada orang dewasa hanya berkisar 3-4%. Tingkat kejadian alergi makanan memang diketahui menurun seiring dengan bertambahnya umur. Studi menunjukkan anak-anak di bawah umur dua tahun lebih cenderung mengalami alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak berusia di atas dua tahun1.

Lalu makanan apa yang menjadi penyebab alergi pada anak yang harus dihindari, apabila anak Anda sudah terkena alergi? Sebuah studi yang mempelajari tingkat kejadian alergi makanan pada anak, yang sampelnya diambil dari 600 anak Indonesia, menunjukkan bahwa makanan penyebab alergi pada anak yang paling banyak ditemukan adalah kacang dan diikuti oleh kerang, ikan, telur, dan susu2. Lalu, makanan apa saja yang bisa memicu dan menjadi penyebab alergi pada anak?

Kacang Tanah
Alergi kacang tanah merupakan jenis alergi makanan yang paling banyak dialami oleh anak-anak. Alergi ini juga merupakan alergi makanan pada orang dewasa yang paling umum. Jenis alergi ini pada umumnya bersifat seumur hidup, namun pada 20% anak-anak penderita alergi dapat hilang seiring dengan bertambahnya usia3. Data menunjukkan bahwa prevalensi alergi kacang tanah pada anak-anak terus meningkat, bahkan hingga mencapai 2 kali lipat dalam kurun waktu 5 tahun4.

Sebagian besar penderita alergi kacang tanah hanya mengalami reaksi alergi yang ringan seperti: merah-merah pada kulit, gatal-gatal, dan muntah. Namun, reaksi alergi dapat juga bersifat parah hingga menyebabkan anaphylaxis shock yakni reaksi alergi yang parah dan berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Gejala dari anaphylaxis shock yang dapat timbul antara lain gangguan pernapasan seperti sulit bernapas akibat asma atau pembengkakkan kerongkongan serta turunnya tekanan darah3.

Makanan Laut
Alergi makanan laut disebabkan pada umumnya oleh golongan crustacean misalnya udang dan kepiting dan molluscs seperti kerang. Walaupun alergi makanan laut lebih sering dikategorisasikan sebagai alergi pada orang dewasa, alergi ini juga dapat dijumpai pada anak-anak. Alergi ini bersifat seumur hidup dan tidak dapat hilang seiring bertambahnya usia5. Reaksi alergi makanan laut dapat bervariasi mulai rasa mual, diare, kram perut, gangguan pernapasan, gatal dan bengkak, hingga anaphylaxis shock3.

Telur
Alergi telur lebih banyak ditemukan pada anak-anak, dibandingkan dengan pada orang dewasa. Gejala ini diketahui akan hilang seiring dengan bertambahnya usia pada sebagian besar penderita. Diketahui bahwa sebagian besar penderita alergi telur dapat mengonsumsi makanan yang mengandung telur matang. Sebagai contoh, 50% anak yang memiliki alergi dapat mengonsumsi kue dan biskuit yang mengandung telur matang6.

Penderita alergi disarankan untuk menghindari telur dan makanan lain yang mengandung telur. Namun, jenis telur yang perlu dihindari dapat berbeda antar masing-masing orang, bergantung dari reaksi alerginya. Sebagian mengalami alergi terhadap semua jenis telur baik telur matang maupun mentah, namun ada juga yang hanya mengalami alergi terhadap telur mentah. Walaupun reaksi alergi telur biasanya hanya muncul di kulit, alergi ini juga dapat menyebabkan anaphylaxis shock3,4,6.

Susu
Kasein dan whey yang merupakan dua komponen protein utama pada susu. Penderita alergi susu dapat mengalami reaksi alergi terhadap kedua jenis protein ini7. Walaupun begitu, alergi ini diketahui akan hilang seiring dengan bertambahnya usia pada sebagian besar anak-anak yang menderita alergi ini4,6.

Reaksi alergi susu dapat bervariasi. Ada beberapa reaksi yang dapat langsung terjadi setelah konsumsi misalnya napas berbunyi, muntah, dan gatal. Namun ada juga yang baru muncul beberapa jam setelah konsumsi misalnya diare, kram perut, batuk, mata berair, gatal dan ruam pada kulit, atau colic pada bayi8.

Perlu diketahui bahwa alergi susu tidaklah sama dengan intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa terjadi apabila seseorang tidak mampu mencerna laktosa yang terkandung pada susu. Hal ini berkaitan dengan rendahnya kadar enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa pada orang tersebut. Gejala yang biasa timbul akibat intoleransi laktosa berkaitan dengan gangguan sistem pencernaan seperti diare, kembung, dan rasa tidak nyaman pada perut8.

Gandum
Alergi gandum disebabkan oleh protein yang terkandung di dalam gandum, dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap komponen protein tersebut. Terdapat empat jenis protein pada gandum yang menyebabkan reaksi alergi, yaitu: globulin, albumin, glutenin, dan gliadin. Alergi gandum umumnya dialami oleh anak-anak dan biasanya akan hilang seiring dengan bertambahnya usia. Reaksi alergi gandum dapat berupa asma, ruam pada kulit, gatal, ataupun gangguan pencernaan3.

Selain kasus alergi, gandum dapat juga menyebabkan intoleransi gandum pada sebagian orang. Keduanya berbeda, dimana reaksi intoleransi gandum tidak berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan dapat bervariasi antar masing-masing orang. Gejala yang timbul dapat berupa rasa tidak nyaman pada perut, mual, rasa lelah, kembung, dan gangguan buang air besar3.

Kacang Kedelai
Alergi kacang kedelai umumnya dialami anak kecil, dan dapat hilang seiring dengan pertambahan usia. Reaksi alergi kacang kedelai yang terjadi dapat bervariasi mulai dari gangguan pada kulit, sistem pernapasan, hingga sistem pencernaan6. Untuk itu, hindari produk makanan seperti tempe, tahu, ataupun susu kacang apabila anak Anda menderita alergi kacang kedelai.

References:
1. Krause’s Food and Nutrition Therapy: Medical Nutrition Therapy for Food Allergy and Food Intolerance. 2008. Saunders-Elsevier Inc. p 739-763.
2. The frequency of food allergy in Australia and Asia. 1997. Environmental Toxicology and Pharmacology 4: 101-110.
3. Allergy UK – British Allergy Foundation (2012)
4. The Food Allergy & Anaphylaxis Network (2012)
5. Food Allergy Research and Education (2013)
6. L’Association des Allergologues et Immunologues du Québec (2012)

Leave a Reply

Alergon

Tropicana Slim Alergon merupakan serangkaian produk nikmat bebas bahan pemicu alergi.

Connect with us